Too Nice, Too Nice.

Ehem.

Long story short, proyek "Journey to The Legal Age" vakum karena sudah mulai masuk kuliah dan ribet sana sini. Pas mau nulis udah capek banget, bahkan untuk sekedar membuka layar laptop (Eeett hiperbola).

Tapi tenang! Masih akan ada banyak lagi tulisan tulisan saya di blog ini (kalau saya tidak capek nulisnya, he he #tetep)

Belakangan ini lagi banyak banget hal yang berkecamuk. Pusing nyari topik, tugas mingguan, serta berbagai tugas lainnya yang harus dituntaskan. Namun, ada satu masalah yang menurut saya jadi titik perenungan saya setelah sekian lama tidak ditampar oleh beragam kejadian.

Tidak akan diceritakan permasalahannya apa, namun saya lebih ingin cerita apa efek adanya masalah ini kepada diri saya. Pada akhirnya, saya jadi berpikir "Apa mungkin saya terlalu (mencoba) menyelamatkan orang lain ketimbang diri sendiri ya?" Entah kenapa seketika pikiran ini terlintas, beberapa waktu selang saya mencoba mengkonfrontasi si orang yang harusnya saya konfrontasi sejak dulu.

Kadang kalau lagi berkontemplasi, saya suka mikir "Enak ya jadi orang egois. Mau deh kapan-kapan gak mikirin orang lain." Pernah gak sih kalian mikir kayak gitu? Kayak dari dulu selalu ngerasa lelah "Buat apa sih capek-capek ngurusin kayak gini, Ay? Yang diurus juga gak mau diurusin." Namun di lain waktu, kepikiran lagi "Ya kalo gak ada yang ngurusin, siapa dong Ay yang bisa?" Pokoknya sering banget deh perang batin kayak gini, apalagi tahun ini.

Pada akhirnya, jadi teringat nasehat seorang teman "Dan ketika lo sibuk dalam kebaikan, pasti kesibukan lo bakal selesai dengan baik." Saya percaya, apa yang saya kerjakan sekarang outputnya insya Allah bakal baik. Dan saya percaya, sibuk dalam kebaikan bakal ngebawa saya menyelesaikan urusan lain dengan baik pula. Sering kejadian sebenarnya tapi suka lupa kalau pernah ngerasain hal kayak gini juga dulu, haha. Jadi mohon maklum untuk terus diingatkan ya!

"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)"

Comments